KINERJA TERLAMPAUI, TASPEN SEMAKIN UNGGUL MELAYANI NEGERI

2A8A1017Jakarta (12/02/2018) – 2017 menjadi tahun dengan kinerja yang unggul bagi TASPEN, Badan Usaha Milik Negara yang mengelola Jaminan Sosial bagi Aparatur Sipil Negara. TASPEN membukukan laba sebesar Rp721,73 Miliar, tumbuh 192% dibandingkan capaian laba di tahun 2016 dengan persentase pencapaian target RKAP sebesar 105%

Aset TASPEN tercatat sebesar Rp230,38 Triliun atau tumbuh 16% dibandingkan tahun 2016. Pertumbuhan aset TASPEN di tahun 2017 ini mengungguli pertumbuhan aset industri asuransi dan BPJS sebesar 6,5% (Laporan Triwulan III 2017, OJK) Pertumbuhan aset tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan aset investasi sebesar 25% yang merupakan akumulasi dari pertumbuhan aset investasi pada instrument obligasi, sukuk & KIK-EBA sebesar 19%; Deposito tumbuh sebesar 54% dan saham, reksadana, dan lain-lain tumbuh sebesar 18% Seiring dengan peningkatan pertumbuhan aset investasi, hasil investasi yang dicapai pada tahun 2017 tercatat senilai Rp16,81 Triliun, tumbuh 11% dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp15,21 Triliun.

Meskipun ditengah kebijakan moratorium rekrutmen Aparatur Sipil Negara, jumlah premi/iuran yang berhasil dihimpun pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 4% dari Rp7,47 Triliun di tahun 2016 menjadi Rp7,81 Triliun di tahun 2017. Berbanding lurus dengan peningkatan premi/iuran, pembayaran klaim di tahun 2017 tercatat sebesar Rp9,61 Triliun atau meningkat 18% dibandingkan dengan tahun 2016. Peningkatan klaim Program Jaminan Kecelakaan Kerja tercatat sebesar 242%, Jaminan Kematian meningkat sebesar 18% dan Tabungan Hari Tua meningkat sebesar 19%

2A8A0960Peningkatan kinerja TASPEN dibandingkan dengan tahun 2016 dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain perubahan iuran Jaminan Kematian dari 0,30% menjadi 0,72% terhitung mulai tanggal 1 Juli 2017 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2017. Selain perubahan iuran Jaminan Kematian, Peraturan Pemerintah tersebut mengatur juga peningkatan manfaat bagi Aparatur Sipil Negara dan keluarga. Selain itu pencapaian laba anak perusahaan yang melampaui target ikut mendongkrak kinerja TASPEN di tahun 2017 diantaranya hasil investasi atas perolehan laba Bank Mantap yang melampaui 498% dari target, laba Taspen Property Indonesia yang melampaui 27% dari target dan laba Taspen Life yang melampaui 5% dari target. TASPEN pun mampu melakukan efisiensi yang dibuktikan dengan realisasi beban usaha sebesar 84% dari RKAP. Disisi lain tingginya tingkat kematian Aparatur Sipil Negara aktif, berdampak pada meningkatnya jumlah klaim Jaminan Kematian hingga 18% diatas RKAP. Selain itu penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia 7 Days Repo Rate berdampak pada penurunan bunga deposito dan fixed income.

Terlepas dari berbagai peningkatan kinerja yang telah diraih di tahun 2017, TASPEN berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan bagi aparatur sipil Negara. Peningkatan layanan ini diantaranya akan direalisasikan melalui penyediaan hunian bagi peserta TASPEN, implementasi perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 dan kepesertaan anggota pegawai pemerintah bukan aparatur sipil Negara (P2BASN) dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, digitalisasi pelayanan melalui otentikasi by phone dan pengembangan smartcard yang akan diimplementasikan pada April 2018 dan integrasi sistem database dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

2A8A1042Atas prestasinya dalam terus mempertahankan peningkatan kinerja dari tahun ke tahun, TASPEN meraih penghargaan The Best Enterprise yang diserahkan oleh Europe Business Assembly di Swiss, TASPEN juga meraih Best Company pada ajang Indonesia Human Capital Award dan The Most Admired Company dalam Indonesia Most Admired Company Award. Sebagai wujud komitmen TASPEN dalam terus meningkatkan layanan bagi peserta, TASPEN menjadi satu-satunya Badan Usaha Milik Negara yang meraih TOP 40 Inovasi Layanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sebagai penutup tahun, untuk ketiga kali berturut-turut TASPEN meraih peringkat Pertama dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat dan diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia.