KC Pematang Siantar

DSC_1606

Profil Kepala Cabang

IMG-20170809-WA0004
profil
DSC_0740

Gedung Kantor PT TASPEN (PERSERO) Cabang Pematangsiantar didirikan diatas tanah seluas 4.000 M2 dengan luas bangunan 1500 M2 dan diresmikan pada tanggal 17 Juli 2004 Oleh Walikota Pematangsiantar Bapak Ir H. Kurnia Rajasyah Saragih yang dihadiri Oleh Direktur Utama PT TASPEN (PERSERO) Bapak Achmad Subianto.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT TASPEN (Persero) nomor 49/DIR/SK/87 Tanggal 8 Agustus 1987 tentang Pembentukan Kantor Cabang Utama dan Kantor Cabang PT TASPEN (Persero) di wilayah Sumatera, termasuk PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Pematangsiantar yang berapa pada Provinsi Sumatera Utara.

Dengan adanya penugasan dari Pemerintah kepada PT. TASPEN (PERSERO) untuk menyelenggarakan pembayaran pensiun Pegawai Negeri Sipil Pusat di Wilayah Sumatera berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 702/KMK.03/1987 tanggal 31 Oktober 1987 dan penugasan pembayaran pensiun Pegawai Negeri Sipil Daerah Otonom berdasarkan SK Mendagri No. 842.1-1402 tanggal 14 November 1987.

Saat ini Kepesertaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebar di 18 Pemerintah Daerah untuk PNS Otonom sedangkan untuk PNS Pusat penyetoran premi tersebar pada 6 instansi vertikal yaitu Kantor KPPN.  Sedangkan untuk pembayaran Program Manfaat Pensiun telah bekerjasama dengan 7  mitra kerja meliputi  PT. Pos Indonesia (Persero), Bank BRI, Bank BTPN, Bank SUMUT ,Bank Muamalat,Bank Syariah Mandiri(BSM),dan Bank CIMB Niaga .

PAK

Provinsi Sumatera Utara terletak pada 1° – 4° Lintang Utara dan 98° – 100° Bujur Timur, Luas daratan Provinsi Sumatera Utara 71.680 km². Sumatra Utara dibagi atas:

Pesisir Timur Pegunungan Bukit Barisan. Pesisir Barat. Kepulauan Nias.

Pesisir timur merupakan wilayah di dalam provinsi yang paling pesat perkembangannya karena persyaratan infrastruktur yang relatif lebih lengkap daripada wilayah lainnya. Wilayah pesisir timur juga merupakan wilayah yang relatif padat konsentrasi penduduknya dibandingkan wilayah lainnya.

Terdapat 419 pulau di propisi Sumatera Utara. Pulau-pulau terluar adalah pulau Simuk (kepulauan Nias), dan pulau Berhala di selat Sumatera (Malaka).

Kepulauan Nias terdiri dari pulau Nias sebagai pulau utama dan pulau-pulau kecil lain di sekitarnya. Kepulauan Nias terletak di lepas pantai pesisir barat di Samudera Hindia. Pusat pemerintahan terletak di Gunung Sitoli. Kepulauan Batu terdiri dari 51 pulau dengan 4 pulau besar: Sibuasi, Pini, Tanahbala, Tanahmasa. Pusat pemerintahan di Pulautelo di pulau Sibuasi. Kepulauan Batu terletak di tenggara kepulauan Nias. Pulau-pulau lain di Sumatera Utara: Imanna, Pasu, Bawa, Hamutaia, Batumakalele, Lego, Masa, Bau, Simaleh, Makole, Jake, dan Sigata, Wunga.

Pusat pemerintahan Sumatera Utara terletak di kota Medan. Sumatera Utara dibagi kepada 25 kabupaten, 8 kota (dahulu kotamadya), 325 kecamatan, dan 5.456 kelurahan/desa.

Pematangsiantar

Nama Resmi      : Kota Pematang Siantar
Ibukota               : Pematang Siantar
Provinsi              : Sumatera utara
Batas Wilayah    : Utara : Kabupaten Simalungun
Selatan : Kabupaten Simalungun
Barat : Kabupaten Simalungun
Timur : Kabupaten Simalungun
Luas Wilayah      : 55,66 km²
Jumlah Penduduk : 279.180 Jiwa
Jumlah Kecamatan : Kecamatan : 8 ,Kelurahan : 58, Desa :-
Website : http://www.pematangsiantarkota.go.id/
(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Peta Kantor Cabang PT TASPEN(PERSERO) Pematangsiantar

SEJARAH KOTA PEMATANGSIANTAR

 

PematangsiantarSebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Pematangsiantar merupakan daerah kerajaan Siantar. Pematangsiantar yang berkedudukan di pulau Holing dan raja terakhir dari dinasti keturunan marga Damanik yaitu Tuan Sangnawaluh Damanik, yang memegang kekuasan sebagai raja tahun 1906.
Disekitar Pulau Holing berkembang menjadi perkampungan tempat tinggal penduduk diantaranya Kampung Suhi Haluan, Siantar Kahean, Pantoan,Suhi Bah Bosar,dan Tomuan. Daerah-daerah tersebut kemudian menjadi daerah hukum Kota Pematangsiantar yaitu :
1. Pulau Holing menjadi Kampung Pematang.

  1. Siantar Bayu menjadi Kampung Pusat Kota.
  2. Suhi Kahean menjadi Kampung Sipinggol-2, Kampung Melayu, Martoba, Sukadame dan Bane.
  3. Suhi Bah Bosar menjadi Kampung Kristen, Karo, Tomuan, Pantoan, Toba dan Martimbang.

Setelah Belanda memamusuki daerah Sumatera Utara, Simalungun menjadi Daerah kekuasa-an Belanda sehingga pada tahun 1907 berakhirlah kekuasaan raja-raja. Controleur Belanda yang semula berkedudukan di Perdagangan pada tahun 1907 dipindahkan ke Pematangsiantar. Sejak itu Pematangsiantar berkembang menjadi daerah yang banyak dikunjungi pendatang baru, Bangsa Cina mendiami Kawasan Timbang Galung dan Kampung melayu.
Pada tahun 1910 didirikan Badan Persiapan Kota Pematangsiantar. Kemudian Pada tanggal 1 Juli 1917 berdasarkan Stad Blad No.285 Pematangsiantar berubah menjadi Geemente yang mempunyai otonomi sendiri. Sejak Januari 1939 berdasarkan Stad Blad No.717 berubah menjadi Geemente yang mempunyai Dewan.
Pada jaman Jepang berubah menjadi Siantar Estate dan Dewan dihapus. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Pematangsiantar kembali menjadi daerah Otonomi. Berdasarkan UU No.22/1948 status geemente menjadi kota kabupaten Simalungun dan Walikota di rangkap oleh Bupati Simalungun sampai 1957.
Berdasarkan UU No1/1957 berubah menjadi Kota Praja penuh dan dengan keluarnya UU No.18/1965 berubah menjadi Kotamadya, dan dengan keluarnya UU No.5/1974 Tentang pokok-2 pemerintah di daerah berubah menjadi daerah tingkat II Pematangsiantar sampai sekarang.

aaaas
layananKinerja1