Profil Satuan Pengawasan Intern

JUFRISatuan Pengawas Internal (SPI) telah melaksanakan aktivitas audit atas seluruh area-area audit yang diperkirakan signifikan dan berpotensi menggangu pencapaian tujuan perusahaan. Peran SPI sebagai katalisator tumbuhnya kesadaran manajemen akan pentingnya manajemen risiko telah mampu diimplementasikan secara baik terkait dengan peran Audit Internal sebagai Strategic Business Partner (SBP) bagi manajemen lini PT TASPEN (Persero).
SPI telah melaksanakan tugas penilaian atas kecukupan dan efektivitas pengendalian intern serta penilaian atas kualitas kinerja unit line of management; melakukan evaluasi atas kecukupan dan efektivitas proses manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance atas seluruh aspek dan unsur kegiatan perusahaan; dan melaporkan seluruh temuan auditnya sesuai ketentuan yang berlaku baik secara triwulan maupun semester.

I. Dasar Hukum

Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, TASPEN sebagai BUMN wajib membentuk Satuan Pengawasan Intern (SPI) yang dipimpin oleh seorang Kepala SPI dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
Keputusan Direksi Nomor: SK-38/DIR/1999 tanggal 21 September 1999 tentang Struktur Organisasi dan Uraian Jabatan PT TASPEN (PERSERO), berada dibawah Direktur Utama, disamping Sekretaris Perusahaan dan PUSTEKSI.
Keputusan Direksi Nomor: SK-39/DIR/1999 tanggal 21 September 1999 tentang Jabatan Fungsional PT TASPEN (Persero).
Keputusan Direksi Nomor: SK-26/DIR/2001 tanggal 11 Desember 2001 tentang Pedoman Perusahaan PT TASPEN (Persero).
Internal Audit Charter.
Code of Conduct.
Standar Audit BUMN/BUMD.
Penggunaan teknologi informasi dalam audit.

II. Visi, Misi dan Paradigma SPIĀ 

1. Visi :
Menjadi mitra strategis yang profesional bagi manajemen.
2. Misi :
Sebagai aparat pengawasan fungsional, selalu meningkatkan kompentensi sehingga menjadi auditor internal yang profesional. Mendorong pencapaian tujuan perusahaan dengan melakukan evaluasi yang sistimatis untuk meningkatkan efektifitas mengendalian internal, pengelolaan risiko dan proses GCG.
Mendorong pelaksanaan Control Self Assesment (CSA) pada tiap unit kerja dalam mengindentifikasi risiko dan pengembangkan sistim pengendalian internal.
3. Paradigma SPI :
SPI sebagai katalisator, konsultan dan mitra kerja dalam peningkatan kinerja perusahaan.
Pengawasan diarahkan pada peningkatan sistim pengendalian internal, pemberdayaan prinsip CSA dan GCG.
Peningkatan audit kepatuhan pada seluruh fungsi untuk membudayakan pelaksanakan GCS.
Penekanan Audit berbasis risiko (Risk Based Audit).